Pernahkah kamu melihat komponen kecil ini, yang biasanya ada didalam perangkat elektronik. Bentuknya kecil seperti tabung dengan gelang warna-warni dibadannya, dan ya itulah yang disebut resistor. Komponen ini, meskipun ukuran kecil tetapi peran resistor ini dalam dunia elektronika sebagai pengatur arus listrik dalam suatu rangkaian. Lalu apa itu resistor, dan apa saja jenis-jenisnya? Mari kita simak penjelasannya dibawah ini!
Apa Itu Resistor?
Resistor merupakan sebuah komponen elektronika pasif yang berfungsi untuk menghambat dan mengatur aliran arus listrik dalam suatu rangkaian. Karena termasuk komponen pasif maka komponen ini bekerja tidak membutuhkan arus listrik. Pada nilai resistansi diukur menggunakan satuan ohm yang disimbolkan (Ω). Adapun resistor sendiri terbuat dari bahan karbon dan keramik dengan bentuknya seperti tabung. Ukuran fisik resistor biasanya menyesuaikan kapasitasnya, semakin besar kapasitas yang dimiliki, semakin besar pula diameter tabung resistor tersebut.
Resistor ini mempunyai 2 kaki terminal sebagai pengatur tegangan dan arus listrik. Resistor memiliki nilai resistansi (tahanan) tertentu yang menghasilkan penurunan tegangan diantara kedua terminalnya, dimana besarnya nilai tegangan dan arus tersebut saling berkaitan berdasarkan hukum Ohm.
Jenis - Jenis Resistor
Adapun jenis – jenis resistor sebagai berikut:
Resistor Tetap (Fixed Resistor)
Fixed resistor merupakan jenis resistor yang nilai resistansinya (hambatannya) tetap atau tidak dapat diubah-ubah. Nilai resistansi ini bisa dilihat tandanya dengan kode warna atau kode angka. Adapun jenis resistor yang termasuk golongan fixed resistor:
Resistor Komposisi karbon (Carbon Composition Resistor)
Resistor ini dibuat dari campuran karbon halus dan serbuk isolator sebagai bahan pengikat (binder) untuk mendapatkan nilai hambatan yang diinginkan. Semakin banyak jumlah karbon dalam campurannya, semakin rendah nilai hambatannya. Resistor jenis ini umumnya memiliki nilai resistansi berkisar 1 Ω hingga 200 MΩ, dengan kapasitas daya mulai dari 1/10 Watt sampai 2 Watt.
- Resistor Film Karbon (Carbon Film Resistor)
Sumber: (NeoDen, 2023)
Resistor jenis ini dibuat dengan cara mengendapkan lapisan (film) karbon tipis diatas bahan isolator, yang kemudian dipotong membentuk alur spiral. Salah satu keuntungan resistor film karbon ini adalah memiliki tingkat toleransi yang lebih rendah. Pada nilai resistansinya berkisar antara 1 Ω hingga 10 MΩ dengan kapasitas daya mulai dari 1/6 Watt sampai 5 Watt. Selain itu pada resistor ini memiliki ketahanan yang baik terhadap perubahan suhu, sehingga dapat bekerja stabil pada rentang temperatur mulai dari -55⁰C hingga 155⁰C.
- Resistor Film Logam ( Metal Film Resistor)
Sumber: (Juliansyah, 2022)
Resistor Film Logam menggunakan lapisan film logam tipis yang dilapisi ke substrat keramik dan dipotong membentuk jalur spiral. Besar kecilnya nilai hambatan pada resistor ini sangat dipengaruhi oleh panjang, lebar, serta ketebalan dan alur spiral logam tersebut.
Resistor Tidak Tetap (Variable Resistor)
Resistor tidak tetap adalah resistor yang nilai hambatannya (resistansi) tidak permanen atau menetap atau nilainya dapat diubah-ubah sesuai kebutuhan. Cara mengubahnya yaitu dengan memutar poros atau menggeser tuas yang ada pada badan resistor tersebut. Salah satu jenis variable resistor yang paling populer adalah potensiometer. Adapun jenis-jenis resistor tidak tetap yaitu:
- Potensiometer
Potensiometer adalah jenis resistor tidak tetap yang nilai hambatannya diatur dengan cara memutar tuas atau tangkai porosnya. Berbeda dari resistor biasa yang memakai gelang warna dibadannya, nilai hambatan pada potensiometer biasanya langsung tertera dalam bentuk kode angka dibadannya. Komponen ini sangat umum digunakan pada berbagai rangkaian elektronik seperti pengatur volume suara, pengatur tegangan pada power supply, pengatur nada (tone control).
- Trimpot
Sumber: (AriaT, 2025)
Trimpot merupakan singkatan dari Trimmer Potensiometer, yaitu bentuk lain dari potensiometer dengan ukuran fisik yang jauh lebih kecil dan tidak memiliki tuas dibandingkan dengan potensiometer. Nilai hambatan (resistansi) pada trimpot diatur menggunakan obeng trimmer untuk dapat memutar porosnya.
- Thermistor (Thermal Resistor)
Thermistor adalah singkatan dari Thermal Resistor, yang jenis nilai hambatannya dapat berubah-ubah sesuai dengan suhu disekitarnya. Komponen ini terbagi menjadi 2 jenis yaitu NTC (Negative Temperature Coefficient) dan PTC (Positive Temperature Coefficient).
- LDR (Light Dependent Resistor)
Sumber: (Aris, 2022)
LDR adalah jenis resistor yang nilai hambatannya berubah-ubah tergantung intensitas cahaya yang mengenai resistor LDR tersebut.
0 Komentar
Artikel Terkait



