Teknologi

Pengertian Baterai dan Cara Mengukur Baterai dengan Multimeter Digital Untuk Pemula

Ingin tahu kondisi baterai masih bagus atau sudah habis? yuk, pahami pengertian baterai dan pelajari bagaimana cara mengukur tegangan baterai dengan multimeter digital

Ovianan4 Agustus 2026

​Baterai merupakan alat yang menyimpan energi kimia dan mengubahnya menjadi energi listrik yang digunakan dalam sebuah peralatan elektronik. Baterai ini berfungsi sebagai sumber daya listrik (DC) dan juga hampir semua peralatan elektonik yang portable memakai baterai sebagai sumber dayanya, contohnya seperti remot TV, senter, jam dinding dan lainnya.

Adapun baterai terdapat 2 jenis kutub yaitu kutub positif dan negatif, pada kutub positif atau katoda yang disimbolkan (+) sedangkan pada kutub negatif atau anoda dilambangkan (-).

Cara Mengukur Baterai dengan Multimeter Digital

Mengukur tegangan pada baterai sangat penting untuk mengetahui bagaimana kondisi baterai tersebut, karena terkadang penyebab alat tidak mau menyala bisa terjadi pada baterai yang sudah lemah atau sudah habis daya baterainya.

Pada artikel ini kita akan membahas bagaimana cara mengukur baterai dengan multimeter digital. Berikut Simak penjelasan dibawah ini!

Berikut cara mengukur baterai:

  1. Siapkan alat multimeter dan baterai yang mau diukur
  2. Pada multimeter yang memiliki 2 kabel merah (+) dan hitam (-)
  3. Colokkan kabel hitam ke soket yang berlabel COM (Common) dan colokkan kabel merah ke soket yang berlabel VΩmA pada multimeter
  4. Hidupkan multimeter dan putar selektor ke mode DC Voltage dengan simbol (V ) atau garis lurus dan ada titiknya dibagian bawahnya. mode ini untuk mengukur tegangan baterai
  5. Kemudian pilih skala yang lebih tinggi dari tegangan baterai dan jika tipe multimeter tidak ada skala angka hanya cukup putar selektor ke mode DC Voltage atau dengan simbol (V).
  6. Pemilihan pada skala jika terdapat angka seperti 200m, 2, 20, 200, 1000 dan jika tegangan baterai 1,5 V maka pilih skala yang lebih besar dari 1.5V yaitu bisa pilih skala 2V atau 20V karena angkanya lebih tinggi. Dan pastikan jangan mengambil rentang skala rendah dibawah dari 1,5 volt baterai. Dan jika baterai itu 9 Volt maka pilih rentang 20V pada multimeter.
  7. Kemudian pada kabel merah tempelkan probenya ke kutub positif (+) baterai dan tempelkan pada kabel hitam ke kutub negatif (-) baterai. Untuk mengetahui baterai yang mana positif dan negatifnya bisa dilihat simbol tanda ada (-) dan (+) pada baterai.
  8. Lihat hasilnya dilayar display, jika pada baterai 1.5V dan nilainya mendekati 1.5V baterai masih baik dan jika nilainya turun menjadi 1.0V atau semakin turun kebawah nilainya maka baterai sangat lemah dan lebih baik diganti dengan yang baru.

Dari ringkasan diatas untuk mengukur sebuah tegangan baterai harus lebih teliti juga dalam pemilihan berapa skala yang mau dipilih karena jika terlalu tinggi bisa menyebabkan hasilnya kurang presisi dan jika terlalu rendah maka pada nilainya bisa error. Kemudian bagaimana kita mengetahui pemilihan modenya, jangan sampai terbalik antara mode AC dan DC, karena mengukur baterai memakai mode DC Voltage. Kemudian juga pada kabel merah dan hitam jangan sampai terbalik dan disesuaikan agar hasilnyapun sesuai dengan yang diharapkan.

Share:

0 Komentar

Artikel Terkait