Pengetahuan

Pengertian Fuse Serta Cara Mengukur Sekring/Fuse Dengan Multimeter Digital

Artikel ini membahas pengertian fuse/sekring dan bagaimana cara mengukur fuse dengan multimeter digital. (unsplash.com/ mostafa mahmoudi)

Ovianan26 Agustus 2026

Fuse–fuse atau disebut sekering adalah komponen yang sangat penting dalam rangkaian elektronik dan fuse ini berfungsi sebagai pengaman. Pada komponen kecil ini dirancang untuk memutuskan arus listrik secara otomatis saat terjadi kelebihan beban (overload) atau korsleting (short circuit). Ketika sebuah alat elektronik tiba-tiba mati total bisa dicek dibagian fusenya.

Penyebab fuse bisa putus yaitu ketika terjadinya arus berlebih (overload), korsleting (short circuit). Hal ini dikarenakan didalam fuse terdapat kawat halus pendek yang mudah meleleh dan terputus saat batas arus aman terlampaui.

Mengukur kondisi fuse mudah saja dilakukan menggunakan multimeter, baik tipe digital maupun analog. Namun sebelum mengukur fuse kita sedikit pahami dulu tentang multimeter.

Apa itu multimeter?

Multimeter atau yang disebut AVOmeter adalah alat ukur portable yang digunakan untuk menguji, mengukur kondisi pada rangkaian elektronika. Pada alat multimeter ini memang sangat mudah dibawa kemana-mana dan sangat berguna untuk mengetahui jika terjadi suatu kerusakan yang terjadi pada alat elektronika jika mendadak mati atau ada kerusakan lain.

Pada multimeter terdapat fungsi utama yaitu:

  • A (Ampere): yaitu untuk mengukur arus listrik yang mengalir dalam suatu rangkaian.
  • V (Volt): yaitu untuk mengukur tegangan listrik baik arus searah (DC) maupun arus bolak-balik (AC).
  • (Ohm): untuk mengukur hambatan/resistansi

Pada multimeter terdapat 2 jenis yaitu analog dan digital, perbedaan diantara keduanya pada multimeter analog yaitu tampilan hasil pengukuran menggunakan jarum jam penunjuk diatas papan skala dan ini membutuhkan ketelitian manual untuk membaca angka. Sedangkan multimeter digital sangat mudah yaitu hasil pengukurannya sudah terlihat dilayar LCD dan angkanya langsung terbaca.

Cara Mengukur Fuse dengan Multimeter Digital

Berikut cara mengukur fuse, bisa dilihat langkah-langkah dibawah ini!

  • Matikan sumber listrik, pastikan perangkat elektronik mati total dan kabel dayanya sudah lepas dari stopkontak. Agar ketika kita mau mengukur lebih aman.
  • Lepaskan fuse dari rangkaian agar pengukuran lebih akurat
  • Pada beberapa jenis fuse contohnya pada fuse kaca memungkinkan bisa dilihat kawatnya yang didalam secara langsung. Jika kawat tampak putus atau kaca terlihat menghitam, fuse bisa dipastikan sudah rusak. Namun jika ingin memastikan bisa dicek dengan multimeter.
  • Kemudian siapkan alat multimeternya, pada multimeter terdapat 2 kabel yaitu merah positif (+) dan kabel hitam negatif (-).

 

  • Colokkan pada kabel merah (+) ke soket VΩmA dan pada kabel hitam (-) colokkan kabelnya ke soket COM pada multimeter

  • Kemudian nyalakan multimeter dan untuk mengukur fuse bisa putar selector ke simbol ohm (Ω) untuk mengukur hambatan.
  • Pada multimeter tipe DT-830B, pada bagian ohm (Ω) terdapat skala 2000k, 200k, 20k, 2000 dan 200, kemudian atur posisi selector ke posisi ohm pada skala yang paling kecil yaitu 200. Namun jika jenis multimeter tidak ada skala, bisa langsung putar selector ohm saja.

  • Lalu hubungkan 2 kabel probe merah dan hitam multimeter ke terminal fuse. Untuk mengukur fuse tidak masalah terbalik karena fuse tidak memiliki polaritas.

  • Hasilnya bisa terlihat langsung dilayar multimeter, jika pada display menampilkam adalah 0 ohm atau mendekati 0 misal 0.03 maka kondisi fuse masih berfungsi baik.

  • Namun jika tampilan display menampilkan angka 1 atau OL maka fusenya putus.

 

Demikian pembahasan tentang bagaimana pengertian dan cara mengukur fuse dengan multimeter digital, semoga bermanfaat. Terima kasih

 

Share:

0 Komentar