Pengetahuan

NFPA: Pilar Standar Internasional dalam Keselamatan Kebakaran Bangunan dan Industri

NFPA (National Fire Protection Association) berperan penting dalam pengembangan kode dan standar keselamatan kebakaran yang digunakan secara luas di seluruh dunia. Melalui berbagai standar seperti NFPA 13, NFPA 72, hingga NFPA 2001, NFPA menjadi acua

Keselamatan kebakaran merupakan aspek krusial dalam perencanaan, pembangunan, dan pengoperasian bangunan maupun fasilitas industri. Salah satu organisasi paling berpengaruh di dunia dalam bidang ini adalah NFPA.

NFPA (National Fire Protection Association) adalah organisasi nirlaba internasional yang berbasis di Amerika Serikat dan berfokus pada upaya menghilangkan kematian, cedera, kerusakan properti, serta kerugian ekonomi akibat kebakaran, bahaya kelistrikan, dan bahaya terkait lainnya. Hingga tahun 2025, NFPA menyatakan telah memiliki sekitar 50.000 anggota dan 10.000 relawan yang bekerja bersama organisasi tersebut melalui 250 komite teknis.

Sejarah Terbentuknya NFPA

Di tahun 1895, sebuah Komite Perlindungan Sprinkler Otomatis dibentuk di Massachusetts oleh para pihak yang berafiliasi dengan beberapa perusahaan asuransi kebakaran dan satu produsen pipa, dengan tujuan mengembangkan standar yang seragam untuk desain dan instalasi sistem fire sprinkler. Pada saat itu, terdapat sembilan standar berbeda yang berlaku di Boston, Massachusetts. Berbagai macam standar tersebut menimbulkan kesulitan besar bagi para tukang pipa yang akan melaksanakan pemasangan sistem fire sprinkler di wilayah New England. Pada tahun berikutnya, komite tersebut menerbitkan laporan awalnya mengenai standar yang seragam dan kemudian membentuk NFPA pada akhir tahun 1896. Laporan awal komite tersebut kemudian berkembang menjadi NFPA 13, Standard for the Installation of Sprinkler Systems, yang merupakan standar sistem sprinkler kebakaran yang paling banyak digunakan hingga saat ini.

Sekitar tahun 1904, NFPA mulai memperluas keanggotaannya dari yang semula terbatas pada afiliasi perusahaan asuransi kebakaran menjadi mencakup berbagai organisasi dan individu lainnya, serta memperluas misinya melampaui sekadar penyusunan standar sistem fire sprinkler.

Peran NFPA dalam Standar Keselamatan Kebakaran

Salah satu kontribusi terbesar NFPA dalam keselamatan kebakaran adalah penyusunan kode dan standar yang berbasis penelitian, pengalaman lapangan, serta konsensus para ahli. NFPA telah menerbitkan lebih dari 300 kode dan standar berbasis konsensus yang bertujuan untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya serta dampak kebakaran dan risiko lainnya. Kode dan standar tersebut dikelola oleh lebih dari 250 komite teknis yang terdiri dari sekitar 9.000 relawan. Beberapa (namun tidak terbatas pada) standar tersebut yang umum digunakan dalam desain dan instalasi sistem fire protection antara lain:

NFPA 72 - National Fire Alarm and Signaling Code

NFPA 72 mengatur persyaratan desain, instalasi, pengujian, inspeksi, dan pemeliharaan sistem fire alarm dan sistem signaling. Standar ini mencakup perangkat deteksi seperti smoke detector, heat detector, manual call point, serta perangkat notifikasi seperti alarm bell dan strobe, termasuk integrasinya dengan sistem keselamatan lain. Tujuan utama NFPA 72 adalah memastikan deteksi dini kebakaran dan penyampaian sinyal peringatan yang andal kepada penghuni bangunan dan petugas tanggap darurat.

NFPA 13 - Standard for the Installation of Sprinkler Systems

NFPA 13 merupakan standar utama yang mengatur perencanaan dan instalasi sistem sprinkler untuk proteksi kebakaran. Standar ini mencakup klasifikasi bahaya, design area, density, tata letak sprinkler, ukuran pipa, sumber air, serta perhitungan hidraulik. Penerapan NFPA 13 bertujuan untuk mengendalikan atau memadamkan kebakaran sejak tahap awal, sehingga dapat meminimalkan kerusakan dan melindungi keselamatan jiwa.

NFPA 14 - Standard for the Installation of Standpipe and Hose Systems

NFPA 14 mengatur desain dan instalasi sistem standpipe dan hose yang digunakan sebagai sarana pemadaman manual oleh petugas pemadam kebakaran atau personel terlatih. Standar ini mencakup klasifikasi standpipe (Class I, II, dan III), tekanan dan debit air, lokasi outlet, serta integrasi dengan sistem pompa kebakaran. NFPA 14 sangat penting untuk bangunan bertingkat dan fasilitas besar yang memerlukan akses air pemadaman di berbagai lantai.

NFPA 15 - Standard for Water Spray Fixed Systems for Fire Protection

NFPA 15 mengatur sistem water spray tetap yang digunakan untuk proteksi peralatan atau area tertentu dengan risiko kebakaran tinggi, seperti transformator, pompa, dan fasilitas industri. Standar ini mencakup tipe nozzle, pola semprotan, debit air, serta metode aplikasi pendinginan, pengendalian, atau pemadaman api. Sistem water spray dirancang untuk mengendalikan penyebaran api dan mengurangi panas pada objek yang dilindungi.

NFPA 16 - Standard for the Installation of Foam-Water Sprinkler and Foam-Water Spray Systems

NFPA 16 mengatur instalasi sistem foam-water sprinkler dan foam-water spray yang digunakan untuk kebakaran cairan mudah terbakar (flammable liquids). Standar ini mencakup jenis foam concentrate, rasio pencampuran, metode aplikasi, serta integrasi dengan sistem sprinkler atau spray air. Sistem ini efektif dalam menutup permukaan bahan bakar cair, mencegah pelepasan uap, dan mempercepat pemadaman kebakaran.

NFPA 20 - Standard for the Installation of Stationary Pumps for Fire Protection

NFPA 20 mengatur persyaratan instalasi pompa kebakaran stasioner, termasuk pompa listrik, pompa diesel, dan pompa turbin uap. Standar ini mencakup kapasitas pompa, tekanan, sumber daya, sistem kontrol, serta pengujian penerimaan. Tujuan utama NFPA 20 adalah memastikan suplai air pemadaman yang andal dan memadai untuk mendukung sistem sprinkler, standpipe, dan sistem proteksi kebakaran lainnya. 

NFPA 25 - Standard for the Inspection, Testing, and Maintenance of Water-Based Fire Protection Systems

NFPA 25 berfokus pada inspeksi, pengujian, dan pemeliharaan sistem proteksi kebakaran berbasis air, seperti sprinkler, standpipe, pompa kebakaran, dan valve. Standar ini menetapkan frekuensi dan metode pemeriksaan untuk memastikan sistem selalu dalam kondisi siap pakai. Penerapan NFPA 25 sangat penting untuk menjaga keandalan sistem sepanjang umur operasinya.

NFPA 2001 - Standard on Clean Agent Fire Extinguishing Systems

NFPA 2001 mengatur sistem pemadaman kebakaran menggunakan clean agent yang tidak merusak peralatan. Standar ini mencakup jenis agen pemadam, konsentrasi desain, metode pelepasan, serta aspek keselamatan penghui. Sistem clean agent suppression umumnya digunakan di area kritis seperti ruang server data center, dan ruang kontrol.

Share:

0 Komentar