Kreatifitas

Harbin Opera House, Gedung Ikonik dengan Arsitektur Futuristik yang Menyerupai Bukit Salju

Penampakan Harbin Opera House dengan gaya arsitektur futuristik dan modern yang menggabungkan konsep budaya dan lanskap alam sekitar.

Tiongkok tidak hanya maju dalam ilmu pengetahuan dan teknologinya saja, namun selaras dengan bangunan infrastruktur yang diberikan. Salah satu bangunan yang terkenal dengan gaya arsitektur modern yaitu Harbin Opera House. Bangunan unik ini berdiri di atas lahan basah seluas 850.349 m2 yang terletak di Provinsi Heilongjiang, Kota Harbin, Tiongkok Utara.

Harbin Opera House ini merupakan karya arsitektur Ma Yansong dari firma arsitek yang terkenal dengan konsep dinamis, organik, berani, dan futuristik yaitu MAD. Gedung yang ikonik ini bahkan sudah mendapatkan penghargaan A+ Award dan terdaftar sebagai warisan UNESCO untuk Pulau Budaya Harbin dalam ajang kompetisi internasional. Bahkan, bangunan ini sudah menerima penghargaan dari ArchDaily.

Harbin Opera House ini berfungsi sebagai pusat seni dan budaya Pulau Harbin di tepi Sungai Songhua. Gedung ini terinspirasi dari respon kekuatan dan semangat alam liar yang belum terjamah sekaligus iklim dingin kota Tiongkok Utara tersebut. Jika dilihat sekilas, bangunan ini seperti dipahat oleh air dan angin yang menyatu dengan topografi alam. Hal ini menjadikannya kombinasi yang sempurna antara budaya, seni, dan identitas lokal.

Keunikan Arsitektur Harbin Opera House

Dari kacamata eksterior, nuansa arsitektur pada Harbin Opera House berpedoman terhadap lanskap di sekitarnya yang bentuknya berkelok-kelok. Pada bangunan ini, konsep arsitekturnya menekankan pada interaksi bangunan dan partisipasi publik dengan alam sekitar. Bangunan ini terinspirasi dari lanskap salju dan es kota di musim dingin. 

Bangunan ini memiliki desain fasad yang melengkung dan terdiri atas panel aluminium putih halus. Hal ini merupakan wujud dari keindahan bagian tepi permukaan, ketajaman, dan kelembutan. Selain itu, massa arsitektur yang bergelombang ini menyatu dengan lingkungan musim dingin yang dipenuhi oleh salju. 

Desain arsitektur yang seperti ini seolah-olah membawa pengunjung menjelajahi jalur-jalur fasad dan melintasi topografi lokal pada bangunan. Selain itu, pada bagian puncak pengunjung bisa mengamati pemandangan indah dengan panorama cakrawala metropolitan Kota Harbin dan sekitarnya. Tidak heran jika proyek Harbin Opera House ini menjadi bangunan terbaik di dunia berkat sentuhan arsitekturnya yang begitu istimewa. 
 

Memasuki bagian lobi utama, gedung ini yang menawarkan kemegahan luar biasa. Wisatawan akan disuguhkan dengan dinding kaca transparan berukuran besar yang membentang di seluruh kawasan lobi utama. Sehingga, memberikan pengalaman visual yang mengagumkan. Selain itu, wisatawan juga akan disambut dengan dinding kaca kristal dan cahaya alami dengan elemen hangat yang berasal dari kayu mewah. 

Keunikan lainnya juga bisa dilihat dari penggunaan lantai marmer untuk bagian interiornya yang menciptakan estetika dan efek transisi pada anak tangga. Lantai ini diproduksi secara khusus oleh FuJian Huahui. Bagian permukaan lantai dipoles dan telah terintegrasi dengan sistem pemanas untuk mengatasi suhu musim dingin yang ekstrim. Sehingga, membuat ruangan menjadi lebih nyaman dan tahan lama digunakan. 

Sistem Konstruksi yang Memukau 

Gedung yang dapat menampung lebih dari 1.600 penonton selama kegiatan teater berlangsung ini dibangun dengan konstruksi yang tidak main-main. Bagian dinding tirai ini dirancang menggunakan serangkaian dinding kaca segi dan jendela atap dengan sistem khusus. Fungsinya adalah untuk mencairkan salju dan mengarahkan salju menuju saluran pembuangan yang terintegrasi. 

Dinding tirai ini tersusun atas struktur diagrid ringan yang kompleks. Terdapat juga serangkaian piramida kaca yang membentuk transisi perpaduan detail segi yang halus. Selain itu, terdapat fitur interior yang sangat mencolok dan terbuat dari cangkang kayu abu Manchuria dengan desain bergelombang pada area teater. 

Struktur tersebut dilapisi dengan papan kayu yang diproduksi oleh Shenzhen Zhong Futai untuk menciptakan interior hangat pada alat musik. Fasad kayu melengkung juga membungkus dinding dan langit-langit area teater, panggung, tempat duduk, balkon, dan lubang orkestra. Cangkang kayu dipilih untuk memberikan kesan akustik yang berkelas. 

Untuk bagian dinding lobi, area publik, dan ruang teater utama menggunakan konstruksi beton pracetak dari  Beijing Leinuo. Tujuannya untuk membentuk sirkulasi dan mendapatkan pengalaman interior yang berbeda. Dengan demikian, perpaduan dinding putih yang dipahat dengan bukaan dan dinding beton ini dapat menciptakan suasana terbuka yang dipenuhi oleh cahaya alami.

Sedangkan, bagian atapnya dilapisi oleh logam dan kerangka baja. Agar bisa menopang atap bangunan dengan desain melengkung secara maksimal. Sehingga, menciptakan teras atap yang langsung terhubung dengan pemandangan Kota Harbin dan Sungai Songhua. Lapisan eksterior khususnya atap ini dilengkapi dengan panel aluminium putih yang diproduksi oleh Shenyang Yuanda untuk mendapatkan kesan kelembutan dan ketajaman.

Fasilitas yang Tersedia 

Sebagai gedung teater berukuran besar di Tiongkok, Harbin Opera House menyediakan fasilitas yang lengkap. Mulai dari teater utama dengan ketersediaan 1.538 kursi dan 414 kursi untuk teater kecil. Terdapat ruang latihan, ruang latihan, ruang publik, lobi, dan 470 tempat parkir di lantai dasar yang berada diluar gedung.

Kesimpulan

Harbin Opera House merupakan mahakarya arsitektur modern dengan perpaduan yang sempurna antara alam dan budaya Tiongkok. Tak hanya menarik, namun sukses memberikan kesan yang tak terlupakan bagi pengunjung dengan keindahan arsitekturnya. 

Selain Harbin Opera House, ada banyak artikel dan topik pembahasan menarik yang terdapat pada website Anak Teknik. Yuk, kunjungi sekarang juga pastinya tidak ada ruginya karena bisa menambah ilmu pengetahuan

Share:

0 Komentar