Industri

6 Tren Desain Arsitektur Lanskap 2024

Perlu inspirasi dalam penataan lansekap? Yuk ikuti tren 2024 untuk Desain Arsitektur Lansekap versi Asrinesia bekerjasama juga dalam seminar mereka bersama Ikatan Arsitektur Lansekap Indonesia.

Yauma Bunga Yusyananda29 Januari 2024

Majalah Asrinesia dan Kenari Djaja, bekerja sama dengan Ikatan Arsitektur Lanskap Indonesia (IALI) pada tanggal 9 November 2023, dalam sebuah seminar memberikan wawasan inspiratif mengenai dunia arsitektur lanskap dan apa yang akan menjadi tren di tahun 2024 saat ini. 

Desain arsitektur lanskap erat kaitannya dengan pembentukan lanskap dan pemanfaatan material hardscape, softscape, dan landscape furniture-nya terus berkembang. Di tengah kemajuan masyarakat, desain arsitektur lanskap juga mampu menarik perhatian serta lebih mengacu pada kesan Instagramable.

Selain itu, tren desain tahun 2024 tentang arsitektur lanskap menunjukkan perhatian ahli terhadap isu konservasi air, peningkatan kualitas tanah, dan udara untuk memenuhi kebutuhan ruang hijau pada lokasi yang direncanakan.

Secara garis besar, tren desain Arsitektur Lanskap 2024 tetap berfokus pada tema dan pendekatan sebagai berikut :

1. Desain Lanskap Berkelanjutan ( Sustainable Landscape Design )

Example Sustainable Landscape Design

Desain Lanskap Berkelanjutan bukan hanya sekadar tren, melainkan suatu keharusan untuk memastikan bahwa tindakan kita saat ini tidak merugikan kemampuan generasi mendatang. Melalui pemanfaatan material ramah lingkungan, penanaman vegetasi yang memperkuat ekosistem setempat, dan penerapan praktik-praktik yang mendukung keberlanjutan.

Desain lanskap mampu menjadi agen perubahan positif dalam menjaga keseimbangan alam dan menciptakan ruang yang mendukung kehidupan. Dengan mengadopsi prinsip-prinsip Desain Lanskap Berkelanjutan, kita dapat membuka pintu menuju masa depan yang lebih hijau, sehat, dan harmonis antara manusia dan alam.

2. Jaringan Koridor Hijau ( Green Corridor Network )

Green Corridor

Jaringan Koridor Hijau (Green Corridor Network) merangkul konsep inovatif untuk mengoptimalkan ruang terbuka hijau dalam kawasan perkotaan. Sebagai upaya untuk mengatasi urbanisasi yang pesat, jaringan ini membentuk serangkaian terhubung jalur hijau yang melintasi kota, memberikan akses mudah ke area terbuka untuk penduduk kota.

Green Corridor Network bukan hanya memberikan manfaat estetis, tetapi juga memainkan peran penting dalam menjaga biodiversitas, menyediakan koridor ekologis bagi flora dan fauna perkotaan, serta meningkatkan kualitas udara dan air di sekitarnya.

Dengan menyatukan keindahan alam dan fungsionalitas urban, konsep ini menjadi solusi berkelanjutan yang dapat menghadapi tantangan perkotaan modern dan menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan seimbang.

3. Ketahanan Air ( Water Resilience )

Example Water Resilience Semarang

Water Resilience, atau ketahanan air, merupakan suatu pendekatan yang sangat relevan dalam menghadapi perubahan iklim dan tantangan terkait air. Konsep ini menekankan pengelolaan air secara cerdas, adaptif, dan berkelanjutan, dengan fokus pada ketangguhan sistem air terhadap perubahan ekstrem dan ancaman seperti banjir, kekeringan, dan pencemaran air.

Dalam perencanaan dan desain, Water Resilience melibatkan strategi yang melindungi dan meningkatkan kapasitas ekosistem air, infrastruktur perkotaan, serta ketersediaan air untuk kebutuhan masyarakat. Dengan menerapkan prinsip-prinsip ketahanan air, kita dapat menciptakan lingkungan yang tangguh, mampu menyediakan air bersih yang andal, dan secara efektif mengelola risiko terkait air dalam era ketidakpastian lingkungan global.

4. Solusi Berbasis Alam ( Nature-Based Solution ) 

Example

Nature-Based Solutions (NBS) adalah pendekatan inovatif yang menekankan pemanfaatan kearifan alam dalam menanggapi tantangan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Konsep ini menggabungkan elemen-elemen alami, seperti hutan, lahan basah, dan vegetasi lainnya, untuk memberikan solusi terhadap masalah lingkungan, seperti perubahan iklim, degradasi tanah, dan risiko bencana alam.

Nature-Based Solutions tidak hanya efektif dalam meningkatkan keberlanjutan ekologis, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat. Dengan memanfaatkan daya alam untuk menyediakan layanan ekosistem, seperti penyediaan air bersih, mitigasi banjir, dan pelestarian biodiversitas, Nature-Based Solutions mendorong integrasi harmonis antara pembangunan manusia dan keberlanjutan alam, menciptakan lingkungan yang lebih seimbang dan tahan lama.

5. Adaptasi Berbasis Alam ( Nature-Based Adaptation )

Nature Based Adaptation

Nature-Based Adaptation (NBA) merupakan strategi penting dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Dengan mengambil inspirasi dari sistem alam, NBA bertujuan untuk mengadaptasi masyarakat dan ekosistem terhadap perubahan cuaca yang semakin ekstrem. Melibatkan penggunaan fitur alam seperti hutan, rawa, dan ekosistem pantai, NBA berfokus pada membangun ketahanan terhadap ancaman seperti banjir, badai, dan kenaikan permukaan air laut.

Selain memberikan perlindungan fisik, Nature-Based Adaptation juga menciptakan manfaat ekosistem yang berkelanjutan, seperti pemurnian air, pelestarian habitat, dan penyerapan karbon. Dengan demikian, Nature-Based Adaptation tidak hanya memberikan perlindungan terhadap bencana alam, tetapi juga mempromosikan harmoni antara manusia dan alam, menciptakan fondasi yang kuat untuk ketahanan jangka panjang terhadap perubahan iklim.

6. Lokalitas ( Locality )

Landscape

Example

Prinsip Lokalitas (Locality) dalam desain arsitektur lanskap menggarisbawahi pentingnya memahami dan menghormati karakteristik unik suatu daerah atau lokasi dalam proses perencanaan dan pembangunan. Dengan menekankan identitas lokal, budaya, dan lingkungan alam, konsep lokalitas memandang setiap tempat sebagai entitas yang unik dan memberikan inspirasi kreatif bagi perancang. Ini melibatkan penggunaan material, flora, dan elemen-elemen lain yang mencerminkan esensi tempat tersebut, sehingga menciptakan ruang yang terhubung secara erat dengan konteks sekitarnya.

Prinsip Lokalitas mendorong keberlanjutan dan keterlibatan komunitas, karena melibatkan warga setempat dalam proses pengambilan keputusan untuk memastikan bahwa desain lanskap tidak hanya estetis, tetapi juga memperkaya identitas dan keberlanjutan lingkungan setempat. Dengan mengakui nilai lokalitas, desain arsitektur lanskap mampu menciptakan ruang yang bermakna dan berkelanjutan, yang memperkaya pengalaman hidup dan meningkatkan konektivitas manusia dengan lingkungan sekitarnya.

Dari semua informasi tersebut, mengingat ancaman terhadap lingkungan yang semakin besar, tren desain Arsitektur Lanskap ke depan akan lebih menekankan isu pelestarian lingkungan, termasuk air dan penghijauan kawasan, yang dirancang secara seimbang dengan potensi lingkungan setempat. Tren arsitektur lanskap memiliki potensi untuk membawa perubahan dalam fungsi-fungsi baru guna meningkatkan nilai kehidupan manusia. 

Dalam mencermati informasi yang diungkapkan oleh para ahli pertamanan, pemerhati Arsitektur dan Arsitektur Lanskap, serta penentu kebijakan kawasan dari seluruh Indonesia, desain arsitektur lanskap masa depan akan lebih mengedepankan pelestarian lingkungan, khususnya dalam pengelolaan air dan penghijauan yang seimbang dengan karakteristik setempat. Tren arsitektur lanskap tidak hanya menjadi ajang untuk menciptakan visual yang memukau, tetapi juga menjadi panggung bagi inovasi berkelanjutan yang membentuk kualitas hidup manusia.

Dengan kata lain, melalui pendekatan yang berfokus pada keberlanjutan dan ketahanan air, arsitektur lanskap tidak hanya menciptakan ruang yang indah, tetapi juga menyumbang pada keseimbangan ekologis dan kesejahteraan umum. Semua ini menciptakan landasan yang solid untuk perubahan positif dalam dunia arsitektur lanskap menuju masa depan yang lebih berkelanjutan dan berdaya tahan.

Share:

0 Komentar