UnderCarriage adalah salah satu komponen penting pada unit alat berat yang berfungsi sebagai penopang dan penggerak utama alat berat, terutama pada alat berat jenis crawler seperti excavator, bulldozer, dan lainnya. Mengingat perannya yang sangat vital, kondisi UnderCarriage harus selalu dalam keadaan prima untuk mendukung kinerja optimal dari alat berat. Oleh karena itu, program pemeriksaan atau inspeksi UnderCarriage menjadi langkah penting dalam perawatan alat berat.
Pentingnya Pemeriksaan UnderCarriage
UnderCarriage terdiri dari berbagai komponen, seperti track link, roller, sprocket, idler, dan track shoe. Komponen-komponen ini bekerja secara terus-menerus dalam kondisi berat, seperti medan berlumpur, berbatu, atau berpasir. Beban kerja yang tinggi dan kondisi lingkungan yang keras dapat menyebabkan keausan atau kerusakan pada komponen UnderCarriage.
Jika tidak dilakukan pemeriksaan secara rutin, kerusakan pada UnderCarriage dapat menyebabkan penurunan kinerja alat berat, meningkatnya biaya perbaikan, hingga downtime yang berdampak pada produktivitas operasional. Oleh karena itu, pemeriksaan berkala menjadi bagian tak terpisahkan dari program pemeliharaan alat berat.
Tahapan Pemeriksaan UnderCarriage
Program pemeriksaan UnderCarriage biasanya melibatkan beberapa tahapan berikut:
1. Pemeriksaan Visual
Tahap pertama adalah melakukan pemeriksaan visual untuk mendeteksi adanya kerusakan fisik atau keausan pada komponen. Hal-hal yang diperiksa meliputi:
- Retakan atau deformasi pada track shoe.
- Keausan pada sprocket dan roller.
- Kebocoran pada segel (seal) komponen.
- Kondisi baut dan mur pada bagian-bagian UnderCarriage.
2. Pengukuran Keausan
Setelah pemeriksaan visual, langkah selanjutnya adalah mengukur tingkat keausan komponen. Pengukuran dilakukan menggunakan alat khusus, seperti caliper atau alat pengukur keausan (wear gauge). Beberapa parameter yang diukur meliputi:
- Ketebalan track shoe.
- Kondisi sprocket gigi.
- Tingkat keausan roller dan idler.
- Jarak antar-link pada track.
3. Pemeriksaan Pelumasan
Sistem pelumasan sangat penting untuk menjaga kelancaran kerja komponen UnderCarriage. Pemeriksaan ini melibatkan pengecekan kondisi pelumas pada bagian-bagian yang memerlukan pelumasan, seperti roller dan idler. Pelumas yang kurang atau kualitasnya menurun harus segera diganti untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
4. Pengujian Fungsi
Setelah pemeriksaan fisik selesai, dilakukan pengujian fungsi untuk memastikan semua komponen bekerja dengan baik. Unit alat berat dijalankan untuk memeriksa apakah ada suara abnormal, getaran berlebihan, atau masalah lainnya.
Frekuensi Pemeriksaan
Frekuensi pemeriksaan UnderCarriage tergantung pada intensitas penggunaan alat berat dan kondisi lingkungan kerja. Secara umum, pemeriksaan ringan dapat dilakukan setiap 250 jam kerja, sedangkan pemeriksaan menyeluruh sebaiknya dilakukan setiap 1.000 jam kerja atau sesuai rekomendasi pabrikan.
Manfaat Program Pemeriksaan UnderCarriage
Melaksanakan program pemeriksaan UnderCarriage secara rutin memberikan berbagai manfaat, antara lain:
- Memperpanjang Umur Komponen: Dengan mendeteksi dan menangani keausan sejak dini, umur pakai komponen dapat diperpanjang.
- Mengurangi Biaya Perbaikan: Kerusakan kecil yang segera diperbaiki dapat mencegah kerusakan besar yang membutuhkan biaya tinggi.
- Meningkatkan Produktivitas: Alat berat yang dalam kondisi prima akan bekerja lebih efisien dan produktif.
- Keamanan Operasional: Pemeriksaan rutin membantu mencegah potensi kecelakaan akibat kerusakan mendadak.
Program pemeriksaan UnderCarriage merupakan langkah krusial dalam pemeliharaan alat berat. Dengan melakukan inspeksi secara berkala dan menyeluruh, kerusakan dapat dicegah lebih awal sehingga kinerja alat berat tetap optimal. Selain itu, program ini juga membantu menghemat biaya operasional dalam jangka panjang dan memastikan keselamatan kerja di lokasi proyek. Oleh karena itu, pastikan program pemeriksaan UnderCarriage menjadi prioritas dalam manajemen perawatan alat berat Anda.
0 Komentar
Artikel Terkait





