Fun Fact

Belajar Teknik Elektro Dari Anime Dr. Stone (Part 2)

Dr. Stone merupakan salah satu anime yang tidak hanya memberi hiburan namun juga edukasi dari penemuan-penemuannya. Kali ini Anak Teknik akan membahas penemuan-penemuan di bidang teknik elektro pada anime Dr. Stone Part 2.

Akbar Maulana Pulungan1 Juni 2021

Sebelumnya sudah dibahas penemuan-penemuan di bidang teknik elektro pada anime Dr. Stone Part 1 yang dapat kalian baca disini. Tentu saja masih banyak penemuan-penemuan di bidang teknik elektro lainnya yang ada di anime Dr. Stone.

Kali ini Anak Teknik akan membahas penemuan-penemuan di bidang teknik elektro yang ada di anime Dr. Stone Part 2 yang merupakan kelanjutan dari artikel sebelumnya. Apa saja penemuan-penemuannya?

 

1. Filamen Bambu Jepang

filamen lampu pijar

 

Setelah berhasil menemukan energi listrik di episode 9, pada episode yang sama Senkuu membuat sumber cahaya dengan memanfaatkan energi listrik yang ditemukannya. Sumber cahaya tersebut berupa filamen bambu jepang.

Filamen merupakan komponen pada lampu pijar yang dapat menghasilkan cahaya. Filamen dapat menghasilkan cahaya akibat adanya disipasi daya pada filamen tersebut.

Disipasi daya ini tidak hanya menghasilkan energi cahaya namun juga energi panas. Karena adanya energi panas tersebut, filamen akan terbakar apabila menyala dalam waktu yang lama.

Thomas Alfa Edison dalam penelitiannya pada lampu pijar menyadari bahwa dibutuhkan material dengan tahanan yang tinggi untuk membuat filamen yang tahan panas sehingga dapat menyala dalam waktu yang lama, dan material tersebut merupakan bambu jepang. Oleh karena itu Senkuu memilih material bambu jepang untuk membuat filamen pertamanya.

 

2. Pembangkit Listrik Tenaga Air

plta

 

Di episode 20, Chrome dan Kaseki berhasil membuat kincir air. Dan kemudian Senkuu membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air dengan memanfaatkan kincir air tersebut sebagai turbin air untuk memutar Homopolar Generator.

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) memanfaatkan energi mekanik air yang terdiri dari energi potensial air berupa ketinggian air dan energi kinetik air berupa kecepatan air. Energi mekanik tersebut akan dimanfaatkan untuk memutar turbin air. Turbin air yang berputar tersebut juga akan memutar generator sehingga generator dapat menghasilkan energi listrik.

Sebelumnya Senkuu telah membuat Homopolar Generator dan memanfaatkan tenaga manusia, yaitu Kinro dan Ginro untuk memutarnya. Dengan dibangunnya PLTA, Senkuu dapat menghasilkan energi listrik secara berkala. Sedangkan sebelimnya, Senkuu sangat bergantung pada tenaga Kinro dan Ginro untuk menghasilkan energi listrik.

 

3. Baterai Lead-Acid

Baterai Lead-Acid

 

Di episode berikutnya yaitu episode 21, Senkuu membuat baterai untuk menyimpan energi listrik yang dihasilkan oleh PLTA dan dapat dibawa ke berbagai tempat. Jenis baterai yang dibuat oleh Senkuu adalah baterai lead-acid.

Baterai lead-acid menyimpan energi listrik dengan mengubahnya menjadi energi kimia dan mengubahnya kembali menjadi energi listrik saat dibutuhkan. Baterai lead-acid terdiri dari 3 material yang berperan aktif dalam reaksi kimia, yaitu plat timbal (Pb) sebagai anoda, plat timbal oksida (PbO2) sebagai katoda dan larutan asam sulfat (H2SO4) sebagai elektrolit. 

Tegangan nominal untuk satu sel baterai lead-acid yaitu sekitar 2 V. Dapat dilihat pada gambar bahwa baterai lead-acid yang dibuat oleh Senkuu terdiri dari enam sel yang disusun secara seri. Jika baterai disusun secara seri maka tegangan nominalnya dijumlahkan, sehingga baterai lead-acid yang dibuat oleh Senkuu memiliki tegangan nominal sebesar 12 V.

Share:

0 Komentar