Teknologi

6 Jenis Pengecoran pada Material Logam dan Non-Logam

Manfaatin gaya sentifugal untuk melakukan pengecoran

Ishak Okta Sagita12 Januari 2021

Pengecoran (casting) merupakan salah satu cara pembentukan benda melalui pencairan logam yang dipanaskan dan dituang ke dalam celah cetakan berbentuk geometri. Selain itu, dapat berupa proses manufaktur yang membuat komponen-komponen tertentu yang menyerupai bentuk geometri benda jadi.

Keunggulan dari pengecoran adalah dapat membuat benda berbentuk kompleks, baik dalam ukuran kecil hingga besar, bagian luar dan dalam. Sisa material yang terbuang dapat dipakai kembali. Dan mampu memenuhi kebutuhan partai besar.

Secara umum, terdapat 6 jenis proses pengecoran. Setiap jenis memiliki karakteristik, kelebihan, dan kekurangan.

1. Sand casting

https://www.starthomeimprovement.com/tip-finding-best-metal-casting-services/
starthomeimprovement.com

Sand casting merupakan metode pengecoran dengan memakai media pasir silika. Cara kerja dari pengecoran pasir ialah menuangkan logam panas pada cetakan dan tunggu hingga dingin. Kemudian ambil hasil coran yang sudah jadi serta membersihkan sisa-sisa coran. Contoh hasil pengecoran pasir ialah blok mesin dan komponen otomotif.

Pengecoran pasir sangat fleksibel dan memiliki penyusutannya yang baik selama proses pendinginan sehingga mengurangi risiko kerusakan pada material hasil coran. Biaya produksi terbilang rendah. Dapat digunakan untuk pengecoran material besi dan non-besi dengan kapasitas berukuran cukup. 

Akurasi yang lemah membuat benda dari pengecoran pasir membutuhkan toleransi yang besar. Serta sangat sulit mendapatkan hasil pengecoran dengan permukaan halus.

2. Invesment Casting

https://www.investacast.com/investment-castings
investacast.com

Investment casting merupakan jenis pengecoran menggunakan cangkang yang terbuat dari keramik atua plastik yang mengitari pola lilin. Nantinya pola lilin dileburkan dan dihilangkan dalam tungku, dan logam dituangkan ke dalam cangkang sebagia proses pengecoran. Umumnya jenis pengecoran ini digunakan apabila memerlukan kompeksitas tinggi.

Jenis pengecoran ini sangat cocok apabila memerlukan tingkat presisi yang tinggi, dan meminimalisir material buangan. Ramah untuk pengecoran material besi dan non-besi. Serta mampu mengecor dengan tingkat kerumitan tinggi.

Tingkat kerumitan tinggi harus dibayar mahal karena butuh biaya produksi tinggi dari jenis penegcoran lainnya. Ganjaran keduanya adalah terdapat batasan ukuran dan jumlah yang dapat dituang. Terakhir proses pengerjaannya memakan waktu cukup lama.

3. Die Casting

https://www.sunrise-metal.com/zinc-die-casting-manufacturer/
sunrise-metal.com

Pengecoran dengan melibatkan cetakan di bawah tekanan tinggi ke dalam cetakan disebut sebagai die casting. Cetakan logam mengunakan bahan utama berupa baja. Material tuang umumnya terbuat dari logam non-besi.

Kelebihan dari die casting ialah hasil coran memiliki kepresisian tinggi. Sangat cocok untuk industri skala besar dengan konsistensi yang sangat baik. Dan pengecoran ini cocok untuk logam bertitik lebur rendah seperti tembaga, zinc, dan magnesium.

Suku cadang yang mahal membuat biaya produksi juga naik. Pengecoran dengan berat lebih dari 75 ton sangat gak dianjurkan. Jenis pengecoran sulit menjamin sifat mekanik dari komponen merupakan bagian struktural fungsional.

4. Low Pressure Casting

https://sacmi.com/en-US/Ceramics/Sanitaryware/Casting
sacmi.com

Jika die casting menggunakan tekanan tinggi, maka jenis pengecoran ini memakai tekanan rendah dengan kisaran 0,02 – 0,06Mpa). Pengaplikasian jenis pengecoran ini pada benda aksial seperti ban mobil.

Proses ini memiliki kontrol presisi dari pengisian rongga cetakan sehingga logam cair dapat mengalir cepat melalui saluran umpan, serta mengurangi pembentukan oksida dan mencegah porositas (rongga yang berada di dalam coran).

5. Centifugal Casting

http://www.efactory.in/service/operation-maintenance-of-solar-equipment/
efactory.in

Sesuai namanya, jenis pengecoran ini dilakukan dengan cara memutar cetakan dengan memakai gaya sentifugal. Umumnya dipakai untuk membuat benda silinder seperti barrel. Jenis pengecoran ini memiliki kepadatan tinggi, beberapa defeksi seperti pori dan terak, dan punya sifat mekanis tinggi.

Terdapat batasan pengunaan ketika produksi pengecoran berbentuk khusus. Pada diameter bagian dalam gak akurat, permukaannya kasar, buruk, dan biaya terbilang tinggi. Serta rentah terhadap segregasi gravitasi tertentu.

6. Plaster Casting

https://www.thabto.co.uk/blogs/news/42496643-inside-a-uk-ceramics-factory
thabto.co.uk

Pengecoran ini serupa dengan sand casting. Bedanya adalah memakai campuran air, gypsum, dan senyawa penguat lainnya. Campuran plaster dapat mengalir karena konsistensi fluida. Pola yang digunakan biasanya terbuat dari plastik atau logam. Pengaplikasian plaster casting adalah dalam pembuatan sudu pompa dan turbin.

Toleransi dimensi jauh lebih baik daripada sand casting dengan biaya produksi lebih tinggi. Hasil akhir penegcoran sangat halus. Dalam pengunaannya, plaster casting butuh minimal draft 1 derajat. Serta harus sering dilakukan penggantian bahan cetakan.

Pengecoran dapat dilakukan dengan melihat kebutuhan benda kerja, gak semua berlaku all in one. Setiap jenis memiliki karakteristiknya masing-masing.

Share:

0 Komentar